Di samping itu, pembangunan underpass Mayjend Sungkono sejatinya punya makna yang lebih dalam. Pasalnya, proyek ini terealisasi dari urunan 19 pengembang, atau dengan kata lain dibangun tanpa dana APBD Kota Surabaya. Hal itu merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Kolaborasi tersebut terjalin karena adanya kepercayaan kepada pemerintah kota dalam membangun Surabaya.
Sekjen Real Estate Indonesia (REI) Nasional Paulus Totok menuturkan, sumbangsih pada lini infrastruktur menjadi hal yang selalu diprioritaskan oleh para anggota REI. Untuk pembangunan underpass Mayjend Sungkono ini, para anggota REI mengumpulkan dana hingga Rp 70 miliar guna merealisasikan proyek tersebut.
Paulus menyatakan pihaknya meyakini bahwa pembangunan tersebut tak akan sia-sia. ”Surabaya punya prospek yang sangat baik di berbagai lini, termasuk properti. Kami, para investor, meyakini bahwa wilayah barat juga sangat potensial dan proyeknya paling besar,” ungkapnya.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Ketua DPD Persatuan REI Jawa Timur Danny Wahid. Menurutnya, underpass membawa hal positif bagi banyak pihak termasuk end user dan masyarakat luas. Danny yakin bahwa underpass itu bakal menjadi embrio yang baik untuk masa depan.
“Ke depan, kami berharap ini akan jadi motivasi bagi pihak lain untuk turut andil dalam memajukan Kota Surabaya,” ungkapnya.

Kurangi Antrean Hingga 51,4 Persen



