Sedianya keinginan tersebut terus diperjuangkan sampai saat ini.”Saya harus bolak–balik ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib teman–teman agar bisa merasakan kesejahteraan, khususnya bisa diangkat PNS tanpa menjalani tes,” urai Eko.
Hanya saja, perjuangan tersebut masih belum membuahkan hasil. Selain terkendala aturan, proses rekruitmen CPNS kerap membuat para tenaga K2 harus terpinggirkan. Khususnya terkendala usia. Padahal, masa pengabdian mereka sudah puluhan tahun lamanya.
”Bahkan, ada yang sudah meninggal masih berstatus tidak tetap. Oleh karena itu kami mengadu kepada Pemkot agar ada solusi mengenai hal itu,” terang Eko sekaligus Koordinator GTT Kota Surabaya ini.(hms/red/mnhdi)













