Sementara itu, Wakil Ketua LSP ITS, Wildan Hilmi ZA mengatakan, dalam memandang kehidupan bernegara sesuai dengan pancasila perlu adanya sebuah paradigma yang benar terlebih dahulu sehingga, tidak menimbulkan kerancuan dalam memahaminya, sehingga ketika sudah sesuai dapat mengedepankan logika dari pada emosi.
“ Ciri khas bangsa Indonesia adalah kolektivisme, bukan individualisme. Segala permasalahan ataupun konflik yang mengancam persatuan dan kesatuan harus dihindari dan semua harus diselesaikan dengan asas musyawarah mufakat ” ujarnya.
Ia lantas berharap agar golongan muda melestarikan pancasila. “ Harapannya bagi golongan muda untuk terus melestarikan pancasila sebagai cara pandang hidup bernegara melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan memahami pancasila lebih mendalam agar pancasila ini tidak hilang ditelan jaman” pungkasnya.(red)












