“Cukup (berobat, Red) di Inonesia saja. Selain membawa kepercayaan diri, memenuhi, dan memberikan pelayanan yang baik, juga pasti lebih murah, lebih efisien,” terang Prof Nasron, Rabu (15/5).
Perihal akderitasi internasional ini, Prof Nasron memercayakan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai badan akreditasi dalam negeri bukan tanpa alasan. Sebab, masyarakat yang berobat juga masyoitas masyarakat Indonesia.
Hasil akreditasi ini rencananya akan keluar maksimal satu minggu setelah survey dilakukan. Prof Nasron menambahkan, harapannya, jika RS sudah berstandart internasional, maka akan didorong untuk bisa mencapai national and global tourism. Artinya, masyarakat luar negeri yang rata-rata berkunjung ke Indonesia 2,5 juta lebih dalam satu tahun, akan berobat ke RSUA jika membutuhkan pelayanan kesehatan.



