Kebakaran itu kemudian diketahui makan korban 5 orang. Dua ditemukan hari itu juga, 3 lainnya dalam 3 hari hingga Senin 2 April 2018. Minyak terapung-apung dan mengotori pantai di sisi Balikpapan dan Penajam hingga jarak 60 km. Minyak juga lengket di pohon-pohon mangrove. Korban lain yang jatuh adalah satu individu pesut betina dewasa yang ditemukan terdampar di pantai di belakang kantor DPRD Balikpapan.
“Masyarakat di Penajam dan Balikpapan Barat mengeluhkan mual dan pusing akibat bau minyak yang keras,” kata Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (P3EK) KLHK Tri Bangun Laksana.
Hari keempat pascakejadian, masih ditemukan lapisan minyak di perairan, tiang-tiang dan kolong rumah penduduk di Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Ulu, dan Kelurahan Kampung Baru Ilir, serta Kelurahan Kariangau. Seluruh kelurahan di Balikpapan Barat ini memiliki perairan Teluk Balikpapan di sisi selatannya.
Dampak lain, sebanyak 162 perahu nelayan tidak bisa dipakai melaut, begitu juga dengan rengge, alat tangkap ikan, yang tercemar minyak. Selama lebih kurang 2 minggu para nelayan tidak bisa mencari nafkah karena itu.(dtc/ziz)












