“Nanti sampean (anda), saya carikan pekerjaan di taman yang tidak jauh dari tempat tinggal di depan rusun, sambil bisa nunggu anak yang paling kecil. Biar ibunya saja yang kerja, anaknya jangan dulu, belum waktunya. Eman, anak panjenengan (anda) jangan dibolehin putus sekolah lho ya,” pesannya.
Sementara itu, Kasianti menceritakan bagaimana kondisi suaminya saat jelang meninggal yang mengeluhkan sakit di bagian kepala. “Saya bawa ke RS Soewandhi kemudian ke RS Dr Soetomo dokter bilang sakit liver. Lalu tidak ada (meninggal) pukul 07.00 WIB, Sabtu (4/11) dan dimakamkan di pemakaman Karanggayam,” kata Kasianti.
Kasianti juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya atas kepedulian membantu kesulitan-kesulitan keluarganya.
“Terima kasih Bu Risma sudah disambangi, dan diberi bantuan. Saya bersedia pindah, tapi mungkin nunggu suami saya 40 harinya dulu, saya juga mau pamitan sama tetangga-tetangga,” pungkasnya.(mnhdi/cn02)












