Anas juga mewanti-wanti agar para pegawai dan stakeholder terkait tahu serta paham program WBK. Hal-hal dasar terkait upaya pemberantasan korupsi harus disosialisasikan dan didokumentasikan. “Ketika ada penilaian nanti, semua harus sudah siap,” terangnya.
Kalapas Jombang mengungkapkan ada beberapa inovasi layanan yang dilakukan pihaknya. Salah satunya adalah menambah waktu kunjungan khusus setiap bulan pada minggu kedua. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada keluarga WBP yang tidak bisa berkunjung saat hari kerja.
Selain itu, pihaknya juga punya inovasi untuk memberantas peredaran halinar. Yaitu dengan memperbanyak KBU wartel. Selama ini, jumlah KBU hanya 6, namun sudah ditambah menjadi 26. Semua pembangunannya bekerja sama dengan koperasi pegawai. “Koperasi jadi tulang punggung Lapas Jombang dalam usahanya membangun WBK,” tutur Wachid.












