“Ya tentunya kami akan tetap memberikan ruang kepada publik agar semakin luas lagi mengakses. Kami akan merencanakan setelah itu masuk kepada marketplace,” ujar Kepala Bapenda Jawa Timur, Boedi Prijo Soeprajitno dikonfirmasi di kantornya Bapenda Jatim, Senin (6/5).
Inovasi pelayanan, lanjut Budi, diperlukan untuk memberi kemudahan kepada wajib pajak. Masyarakat yang selama ini telah patuh membayar pajak harus semakin mendapat kemudahan. “Konsepnya kan take and give. Jadi kami harus lebih bersahabat terhadap wajib pajak. Maka kita harus semakin memberikan sesuatu kepada mereka,” tuturnya.












