Program CSR juga bertujuan untuk menyelamatkan masa depan generasi muda, serta memutus mata rantai permasalahan sosial sejak dini, melalui mahasiswa yang berperan sebagai pendamping dan kakak.
Sementara bagi para mahasiswa atau kakak-kakak pendamping, program CSR itu akan melatih mereka dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang diperoleh di bangku kuliah, untuk diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat.
Bahkan, program ini dapat melatih mereka mencapai pengembangan kepribadian mahasiswa, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan institusi.
Di waktu yang sama, Rektor dan Dekan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya) Benny Lianto menyampaikan pada prinsipnya pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program CSR yang digagas oleh Pemkot Surabaya itu.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, Pemkot Surabaya dan para stakeholder melalui program pemberdayaan masyarakat itu, dinilai mampu menjadi alternatif untuk menekan angka anak rawan putus sekolah hingga anak putus sekolah di Surabaya.
“Ini sebuah kegiatan yang sangat baik dan sangat mulia. Kalau kita masih diberi kesempatan untuk peduli dan kita masih diberi kesempatan untuk membantu satu dengan lainnya, tentunya itu hal yang luar biasa,” kata Benny dalam sambutannya.
Ia menyebut salah satu wujud nyata dari program CSR adalah bentuk kepedulian, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan terus mendukung dan bersinergi bersama Pemkot Surabaya untuk menyelamatkan generasi bangsa melalui program Campus Social Responsibility.
“Kami dari kampus Ubaya dan pastinya kampus lain, siap dan sangat mendukung program ini dan siap bersinergi serta berkolaborasi bersama Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (hdi/cn02)












