Idha menambahkan, dalam program pendampingan ini, mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan secara bergantian untuk membantu percepatan luas tambah tanah, panen, pengecekan pompa air, sampai mambantu pengoptimalan alat sistem pertanian (alsintan) bantuan dari pemerintah. Lewat program pendampingan yang telah berjalan sebelumnya, produksi pangan selama 4 tahun terakhir ini bisa meningkat.
“Kami juga sedang menyiapkan mahasiswa untuk ditempatkan di daerah perbatasan. Setidaknya ada lima kabupaten di tiga provinsi yang merupakan daerah perbatasan yaitu Kabupaten Entikong, Badau, Paloh (Provinsi Kalimantan Barat), Kabupaten Atambua, Kabupaten Malaka (Nusa Tenggara Timur), dan Kabupaten Jayapura (Papua),” pungkasnya.(kcm/ziz)












