“Kita tidak menyalahkan siapa-siapa, tugas kita menyediakan sebaik-baiknya, namun kalau sudah baik seperti itu harapan kita jangan dirusak,” kata dia Afghani saat mematau langsung jalannya renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa, (09/04).
Ia mengungkapkan sering kali usai pertandingan sepak bola berlangsung, sarpras seperti toilet mengalami kerusakan. Baik itu kerusakan pada kran hingga air tidak keluar. Apalagi, beberapa alat seperti gayung dan ember juga sering kali hilang. Kendati demikian, dalam setiap sesi pertandingan yang akan berlangsung, pihaknya selalu menyiapkan ember dan gayung sebanyak 110 buah.
“Kadang usai pertandingan itu hilang 40 sampai 70 (ember-gayung). Ya untuk pertandingan berikutnya kami belikan. Ketika sehari hari kan tidak di pakai,” ujarnya.(hdi/cn02)












