Ia mengatakan, SMAN 2 Kupang saat ini hanya memiliki 12 unit laptop sehingga tidak mencukupi untuk digunakan peserta UNBK 2019 yang jumlahnya mencapai 504 siswa.
“Sekolah kami hanya memiliki 12 unit laptop sehingga tidak bisa digunakan ratusan siswa. Kami minta partisipasi orang tua siswa yang memiliki laptop untuk pinjamkan laptopnya ke sekolah guna mendukung pelaksanaan UNBK,” kata Max.
Max mengatakan, para orang tua siswa secara sukarela meminjamkan 188 unit laptop ditambah 12 unit lapot milik sekolah sehingga total 200 unit laptop yang digunakan dalam pelaksaan UNBK 2019.
Menurut Max, setiap tahun SMAN 2 Kota Kupang hanya mampu melakukan pengadaan lima unit laptop melalui dana BOS yang anggaranya terbatas.



