Kepala PLN Area Timika, Hotman Ambarita yang mencoba untuk memberikan penjelasan kepada massa, justru ditolak untuk berbicara, dan massa langsung membubarkan diri dari gerbang PLN dan melanjutkan aksi demo di kantor DPRD Mimika.
Usai aksi demo, kepada media Hotman mengatakan saat ini beberapa mesin Pembangkit Listrik di PLN Timika tengah menjalani perawatan karena ada kerusakan, sehingga dengan mesin yang ada saat ini memang tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat 24 jam, sehingga ada pemadaman bergilir.
“Saat ini mesin kami sedang dalam perawatan, karena kebutuhan daya saat beban puncak di Timika bisa mencapai 27 megawatt, sementara kemampuan PLN Timika saat ini hanya sampai di angka 21 megawatt, sehingga harus ada pemadaman bergilir,” kata Hotman.











