Ia menyadari bahwa situasi yang dihadapi ke depan, situasi yang berbeda dengan masa lalu. Ini kaitannya dengan globalisasi, kemajuan teknologi yang tidak saja mengaburkan batas-batas negara, tetapi juga membangun persepsi berbeda di kalangan masyarakat terutama pada generasi yang akan datang. Untuk itu, perlu adanya penguatan terhadap Wawasan Nusantara, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945.
“Makin hari, pasar bebas atau globalisasi semakin dekat. Mobilitas barang, orang, uang mengalir dengan deras, tentunya mengubah cara pandang, wawasan yang dimiliki warga bangsa ini. Masyarakat perlu memiliki wawasan nusantara yang kuat untuk menghadapi globalisasi,” kata Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyampaikan, inti dari Pancasila yakni gotong royong. Di dalam bidang politik diimplementasikan melalui musyawarah mufakat. Musyawarah mufakat inilah yang ujungnya diharapkan ada kemandirian politik. Dengan musyawarah mufakat, semua permasalahan bisa dibahas untuk dicarikan solusi karena nilai tidak bisa divoting.












