Petugas juga memberikan stiker bertuliskan nomor telepon selular Dinas Damkar yang bisa dihubungi masyarakat di tujuh posko, kalau sewaktu-waktu ada kejadian kebakaran SPBU mini.
“Petugas kami instruksikan untuk melakukan pengecekan ulang SPBU mini yang pernah didatangi guna memastikan kelengkapan apar,” katanya..
Mengenai jumlah SPBU mini di Bojonegoro, Andik mengaku tidak tahu pasti, karena belum ada pendataan resmi dari Dinas Perdagangan.
Meski demikian, ia memperkirakan di setiap kecamatan (28 kecamatan) ada rata-rata berkisar enam sampai tujuh SPBU mini yang sudah berdiri. “Ya, semua SPBU mini tidak memiliki apar,” ujarnya.












