Lebih lanjut dikatakan wagub, selain energi geothermal, saat ini Jatim memiliki dan akan terus dikembangkan sejumlah energi terbarukan yakni pembangkit listrik tenaga air 525 Megawatt (MW), tenaga angin 7.907 MW, Bioenergi 3.420 MW, tenaga surya 10.335 MW, dan energi gelombang 1.200 MW.
Guna mengembangkan industri sektor energi, Pemprov akan berkolaborasi dengn beberapa perguruan tinggi swasta maupun negeri, salah satunya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). “Tidak mungkin kami mengerjakan sendiri, karena penelitian dan pengembangan sektor energi ada di universitas, karena itu, saya ataupun ibu gunernur akan sering datang ke kampus untuk berdiskusi dengan kalangan akademisi,” ungkapnya.
Wagub berharap, dengan ditemukannya beberapa alternatif Energi Baru Terbarukan (EBT), kedepan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga pemerataan ketersediaan energi bagi masyarakat yang belum terjangkau listrik PLN bisa tewrwujud.












