“Jadi memang ada beberapa (usulan) yang masih spontan saja, tetapi sebetulnya diawal kita sudah sosialisasikan ke LPMK, RT dan RW. Satu untuk infrastruktur, kedua untuk pemberdayaan ekonomi,” kata Hendro.
Ia menyampaikan selama ini program yang diajukan oleh masyarakat dinilai bermacam-macam. Misalnya, usulan pembuatan keranda hingga keringanan untuk pembuatan seragam.
Namun, ia menyebut, saat ini masyarakat sudah mulai berangsur-angsur paham, jika sebetulnya kepentingan RT/RW bukan hanya representasi RT/RW atau LPMK, tetapi representasi seluruh warga.
“Misal untuk (pembangunan) infrastruktur, saluran, jalan dan sebagainya, kemudian pemberdayaan ekonomi, itu nanti yang akan kita utamakan,” terangnya.
Hendro menambahkan pihaknya tetap akan menerima berbagai macam usulan dari masyarakat tersebut.
Namun, berbagai usulan itu tetap akan masuk dalam proses seleksi dan tergantung dari kebutuhan masyarakat.
“Silahkan kita bebaskan (usulan) tapi nanti tetap ada proses-proses seleksi termasuk survey di lapangan, benar dibutuhkan atau tidak,” tutupnya.(hdi/cn02)












