Menurutnya, pembangunan gapura adalah sebuah simbol yang tak dapat mempengaruhi ekonomi warga. Karena itu, ia mengimbau kepada ketua RT/RW maupun LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) agar lebih memilih usulan lain yang berdampak langsung ke masyarakat.
Seperti pembangunan untuk infrastruktur jalan atau selokan dan pemberdayaaan ekonomi masyarakat.
“Berbeda dengan pembangunan jalan raya, karena itu akses ekonomi dan dampaknya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. Misalnya biasanya berangkat kerja perjalanan 20 menit, karena jalannya sudah lebar jadi cukup memakan waktu 10 menit, kan dampaknya langsung terasa,” ujarnya.
Wali kota yang juga menyampaikan, jika pihaknya akan mendukung penuh segala program usulan yang bertujuan menaikkan ekonomi masyarakat.
Bahkan, ia menegaskan, akan memperjuangkan usulan-usulan warga itu, jika dinilai ada kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kota ini adalah kota yang sudah terkenal di seluruh dunia, kalo warganya tidak bisa menikmati untuk akses ekonomi, untuk apa di bangun. Kalau untuk pemberdayaan ekonomi pasti tak bantu, sesulit apapun caranya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan menjelaskan pihaknya telah mensosialisasikan ke RT, RW dan LPMK terkait jenis usulan yang dinilai penting dan bermanfaat untuk masyarakat.












