Tahun ini, lanjut Didik, Dinkes Tulungagung meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus-kasus TBC, karena kasus tuberculosis diprediksi meningkat.
Dua bulan awal 2019 ini saja (Januari-Februari) angka kasus terdeteksi 284 penderita. Dengan kurun yang sama, jumlah itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu (2018), yakni tercatat sebanyak 173 kasus.
“Artinya ada peningkatan sekitar 65 persen,” kata Didik.
Didik menjelaskan, pada 2018 untuk “incident rate” atau angka kesakitan secara nasional wilayah Kabupaten Tulungagung sebanyak 2089 orang.



