Bupati Jombang juga mengatakan, di kabupaten ini ada banyak forum anak yang tetap aktif menyebarkan kegiatan positif bagi anak. Salah satunya yang dilakukan Forum Anak Jombang (FAJ) yang diikuti siswa dari berbagai sekolah. Mereka melakukan pengembangan skill anak-anak hingga ke 380 an desa di Jombang.
“Kami juga ada sekolah dan madrasah yang memang menerapkan konsep ramah anak. Termasuk juga penanganan anak jalanan serta putus sekolah yang sudah dijalankan,” kata dia.
Ia juga berharap, ke depan semakin banyak lembaga yang memperhatikan pendidikan anak-anak. Dirinya ngin menerapkan enam komponen yang disyaratkan dalam program kesejahteraan sosial anak integratif (PKSAI) secara optimal.
Keenam komponen tersebut meliputi kebijakan atau payung hukum, ketersediaan layanan terpadu, sumber daya manusia pelaksana, mekanisme kerja antar lembaga, angaaran yang memadai, dan sistem data yang mendukung.
“Semua OPD memang harus bergerak bersama-sama. Jadi tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena ini menjadi salah satu masalah dalam pelaksanaan program. Kami minta UNICEF melakukan pendampingan teknis,” kata Bupati.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Moch Saleh mengakui sumber daya manusia pelaksana menjadi kendala tersendiri untuk menangani tingginya angka kekerasan anak di wilayah Jombang.
“Kami sebelumnya memiliki satu pekerja sosial (peksos), tapi sudah pindah dan itu sangat kurang. Kami memerlukan paling tidak 10 pekerja sosial untuk menangani masalah perlindungan anak di seluruh wilayah Jombang,” kata Moch Saleh.












