Sementara itu Ketua panitia program “Football For Peace Jawa Timur 2019, KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) mengatakan, program ini merupakan terobosan bagi para generasi-generasi milenial agar dapat belajar banyak tentang karakter, menghargai nilai-nilai, dan menjunjung tinggi bhineka tunggal ika serta bisa menjadi leader di lingkungannya.
Dikatakannya, program ini dilaksanakan dua kali. Pertama digelar 24-27 Maret 2019 di Lapangan KONI Kertajaya, Surabaya. Program yang dijalankan berupa Giving Balls kepada 100 anak-anak berbakat dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jatim.
Kemudian Pelatihan (Coaching Clinic) bagi siswa-siswa sekolah, guru-guru olahraga dan orang tua siswa sebanyak 100 orang. “Di Surabaya segmennya umum. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa direncanakan hadir,” ujarnya.
Program kedua, dilaksanakan di lapangan sepakbola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, 1-4 April. “Program yang dijalankan, yakni pelatihan (Coaching Clinic) bagi 100 orang santri yang ada di ponpes tersebut, dilanjutkan dengan Festival Sepakbola Sarung. Jadi, segmennya santri,” jelasnya.












