Dari hasil paparan investigasi KNKT dari insiden di Banyuwangi, bisa disimpulan bahwa panas berlebih di dalam tromol roda hingga menimbulkan percikan api dan membakar seluruh mobil tangka. “Berangkat dari insiden api di mobil tangki tersebut, kami berpikir untuk mencari inovasi apa yang bisa mengatasi permasalahan ini. Kesimpulannya adalah perlu digitalisasi yang dapat mengontrol kondisi mobil tangki yang sedang beroperasi secara lebih mudah dan dapat dipantau secara online,” tegas Nina Sulistyowati.
Nina menambahkan, adanya sambutan yang positif dari pengemudi mobil tangki karena sangat membantu tugas mereka. Selama ini, sebelum mereka berangkat untuk mendistribusikan BBM/BBK, para pengemudi mobil tangki terlebih lebih dulu melakukan pengecekan suhu ban mobil tangki menggunakan thermometer gun.
“Setelah dipasang sensor suhu di masing-masing sumbu roda, pengemudi mobil tangki hanya perlu melihat indikator yang tersaji di dashboard mobil tangki. Informasi yang terlihat adalah indikator suhu ban di level merah, kuning, atau hijau. Apabila indikator suhu ban berwarna kuning, lampu tanda peringatan akan menyala di dashboard disertai bunyi beep,” jelasnya.
Dengan adanya indikator sensor suhu pada sumbu ban, pengelolaan kecelakaan yang tidak diharapkan bisa diantisipasi lebih dini. Lampu kuning atau merah yang menyala di dashboard menjadi pertanda bagi pengemudi mobil tangki untuk segera ke bengkel guna melakukan pengecekan ban. Kendala yang berpotensi menimbulkan celaka saat mobil tangki berada di jalan raya pun bisa diminimalkan, bahkan dapat dicegah lebih dini.



