“Kami ingin menyambung hati, pikiran dan program-program dan menjadi bagian kerja sama antara Pemprov dan elemen-elemen strategis di Jatim,” ucap mantan Menteri Sosial tersebut.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menyampaikan bahwa salah satu peran strategis yang diharapkan dari NU adalah menghadapi tantangan ideologi, sebab saat ini terdapat potensi munculnya benih-benih radikalisme dari usia menengah pertama dan atas.
Ideologi yang radikal tersebut, kata dia bisa mengancam keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memecah belah umat.
Karena itulah, Pemprov melalui Dinas Pendidikan Jatim bersama NU diharapkan memberikan peran lebih strategis dan fokus agar pikiran-pikiran modernisasi dan toleransi dapat dibangun bersama dengan penguatan spiritual dan religus.












