Ia menjelaskan bahwa kasus DBD dilaporkan di 11 dari 31 kecamatan di Kota Surabaya, dengan jumlah kasus tertinggi ada di Kecamatan Tandes (lima) dan Wonokromo (empat).
“Selain Tandes dan Wonokromo, kami berharap semua kecamatan di Surabaya untuk terus gencar mencegah DBD ini,” katanya.
Febria menjelaskan saat ini ada sekitar 23 ribu kader Ibu Pemantau Jentik (Bumantik) di seluruh Surabaya yang setiap pekan sekali turun ke rumah-rumah warga untuk memantau jentik nyamuk dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk.












