Menurutnya, pola ini menggambarkan bagaimana saat kasus demam berdarah meningkat, maka awareness masyarakat akan tinggi. Namun jika jumlah kasus mengalami penurunan, masyarakat cenderung mudah lengah.
Untuk itu, pihaknya mengimbau agar program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan sepanjang tahun, khususnya sebelum hujan tiba. Menurut dr Setyo, PSN terbukti menurunkan kasus demam berdarah di berbagai daerah yang menggalakkan program ini secara terus menerus, sehingga jumlah kasusnya lebih rendah dibanding daerah lain di Jawa Timur.
“PSN masih menjadi langkah mujarab pencegahan ada di Kota Surabaya, Banyuwangi, dan Kota Mojokerto. Mereka yang menggalakkan PSM tanpa henti sepanjang tahun jadi kasusnya tidak banyak. Apalagi jika PSNnya berkualitas, angka bebas jentik tinggi diatas 95 persen,” kata dr Setyo.












