“Peralatan EWS memang baru dipasang di Sungai Code dan kami rutin melakukan pengecekan serta perbaikan jika ada kerusakan. Meskipun sudah ada peralatan, namun masyarakat juga diminta tetap waspada,” katanya.
Pada tahun ini, lanjut Hari, BPBD Kota Yogyakarta juga berencana menambah peralatan pemantauan berupa CCTV di sungai sehingga kondisi terkini sungai bisa dipantau secara langsung dari ruang monitor.
Selain kampung tangguh bencana, upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dilakukan dengan membentuk sekolah aman bencana. Tahun ini, akan dilakukan sosialisasi terhadap enam SMP negeri di Kota Yogyakarta.
Sebelumnya, BMKG Yogyakarta memperkirakan adanya peningkatan curah hujan yang cukup signifikan saat puncak musim hujan yang dimulai pada dasarian kedua dan ketiga Januari hingga Februari. Curah hujan bisa mencapai 100 hingga 200 milimeter per hari dengan berbagai potensi bencana yang muncul yaitu banjir, tanah longsor, angin kencang dan petir. (wan/ant)












