Lebih lanjut, dengan dibantu M Ali Burhan atau yang biasa disapa Ali, Nafi membuat analisa perhitungan struktur jembatan yang ekonomis. Mereka menggunakan profil baja WF 400 yang dimensinya tidak terlalu besar, namun tetap kuat untuk memikul besarnya beban.
“Sempat bingung sebenarnya saat akan menentukan profil baja, akhirnya kami pilih baja itu dengan lendutan (lekukan ke bawah, red) sekitar tiga sentimeter,” ujarnya.
Tak ketinggalan, aspek biologis turut mereka sertakan dalam rancangan ini. Tingginya polusi pada udara jalan raya ditekan dengan cara menanam tanaman Lidah Mertua. Tanaman ini juga memiliki bunga yang mekar pada malam hari, dan ini terbukti efektif untuk menyedot polusi udara. Selain itu, untuk memanjakan pengguna mereka juga meletakkan bunga Seulanga atau Kenanga di sepanjang jembatan.
“Bunga asal Aceh ini kami pilih karena memiliki bau yang khas,” terangnya.



