“Kami tidak menggunakan lift karena biaya pembangunannya tidak ekonomis,” tambah pemuda yang akrab disapa Nafi ini, dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (2/1/19).
Uniknya, lanjut Nafi, di samping fungsi utamanya untuk menyeberang, jembatan ini juga dirancang untuk dapat memanen energi terbarukan dengan memanfaatkan kedua musim yang ada di Indonesia. Tak kurang dari delapan buah panel surya terpasang di atas atap jembatan untuk membendung panas matahari pada musim kemarau.
Adapun untuk musim hujan, mereka meletakkan turbin pada talang air yang nantinya akan digerakkan oleh air hujan.
“Energi yang tersedia di alam akan diubah menjadi listrik, sistem ini mampu mencapai efisiensi hingga 60 persen,” tuturnya.



