“Kalau lereng itu longsor maka kemungkinan akan terjadi kembali tsunami. Seluruh masyarakat, untuk sementara kami himbau untuk tidak beraktivitas dalam radius kurang dari 500 meter – 1 kilometer. Tetap tenang namun waspada,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita bersama Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Jamaluddin di Jakarta, Selasa (25/12).
Dwikorita menerangkan, kemungkinan longsor akan kembali terjadi akibat kondisi lereng Gunung Anak Krakatau yang tidak stabil. Faktor penyebab longsor adalah aktivitas vulkanik gunung yang mengakibatkan tremor (getaran-red). Selain itu, buruknya kondisi cuaca yang mengakibatkan hujan ekstrem dan gelombang tinggi.












