Di Bali, penyaluran LPG Bersubsidi (3 kg) diprediksi akan mengalami kenaikan pada Bulan Desember 2018 dengan estimasi angka mencapai 17.900 MT atau naik sebesar 16 % dari konsumsi normal bulanan.
Sedangkan penyaluran LPG Non subsidi (Bright Gas 5.5 KG dan LPG 12 KG) diprediksi mengalami kenaikan khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 dengan estimasi angka mencapai 1.560 MT atau naik sebesar 7 % dari konsumsi normal bulanan.
Konsumsi LPG di Nusa Tenggara Barat diprediksi akan mengalami kenaikan pada Bulan Desember 2018 dengan estimasi angka mencapai 7.495 MT atau naik sebesar 15 % dari konsumsi normal bulanan.
Sementara itu Pertamina memprediksi konsumsi LPG Non Subsidi di Nusa Tenggara Barat akan mengalami kenaikan pada Bulan Desember 2018 khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 dengan estimasi angka mencapai 595 MT atau naik sebesar 8 % dari konsumsi normal bulanan.
Untuk penyaluran LPG Non subsidi (Bright Gas 12 KG dan LPG 12 KG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, MOR V memprediksi konsumsi LPG Non Subsidi di Nusa Tenggara Timur akan mengalami kenaikan pada Natal dan Tahun Baru 2019. (jal/wan)



