Cakrawala JatimIndeks

Hoax Tantangan Wisudawan Stikosa-AWS

×

Hoax Tantangan Wisudawan Stikosa-AWS

Sebarkan artikel ini
TIGA DOKTOR BARU: (kiri-kanan) Sirikit Syah, Dimam Abror (diwakili istri), Suprawoto, Imawan Mashuri dan Ismojo

Revolusi digital belakangan terus menyeruak, sehingga merubah perilaku di segala lini. “Hoax merupakan sebagai dampak dari revolusi digital tersebut. Pada era digital ini telah membawa perubahan luar biasa di berbagai bidang di hampir seluruh belahan dunia. Di Indonesia, teknologi digital setidaknya membawa perubahan dahsyat dalam hal konektivitas, divergensi, identitas, pengetahuan, dan bisnis/perdagangan. Karena itulah, para wisudawan harus menjadi palang pintu untuk melawan hoax,” kata Rohanuddin, Dirut RRI.

Dalam orasinya, M. Rohanudin menyampaikan, ditengah digitalisasi saat ini,  sangat penting bagi Bangsa Indonesia untuk memperkuat identitas diri.  “Digitalisasi tidak hanya memberikan keuntungan, tapi juga bisa membawa kerugian jika tidak disikapi dengan bijak. Penyebaran hoax pun bisa langsung cepat tersebar, bila tidak disikapi dengan kritis.” Kata dia yang juga alumni perguruan tersebut.

Bertolak pada kenyataan itulah, katanya, RRI sebagai radio dengan jumlah pendengar terbanyak, berkomitmen menjaga keutuhan NKRI. Sebagai radio pemerintah RRI bukan hanya berperan sebagai media informasi, tapi juga agen pembangunan. Melalui RRI Net yang telah diuji coba sejak enam bulan lalu, Jumlah pendengar RRI pun meningkat. Hasil survei dari Indosurvei dan AC Nielsen, pendengar RRI di Indonesia mencapai 4,5 juta orang dari total pendengar radio di Indonesia sebanyak 7,5 juta. “Itu pendengar terbesar dari seluruh radio di Indonesia,” katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Stikosa-AWS, Dr. Drs. Suprawoto SH, M.Si mengatakan, lulusan Stikosa-AWS banyak dibutuhkan masyarakat. Khususnya berkaitan komunikasi. Karena itulah, perguruan ini dari tahun ke tahun sudah sepantasnya menunjukkan kinerja yang lebih baik. “Untuk itu, kami berharap adanya masukan-masukan yang positif demi sebuah kemajuan perguruan ini,” kata Suprawoto yang juga Bupati Magetan, Jatim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *