Ketua Forikan Indonesia, Dr. Djoko Maryono mengatakan, meningkatkan konsumsi ikan menjadi salah satu langkah penting guna mencerdaskan generasi penerus bangsa. “Sebaliknya, jika kurang gizi, maka bisa jadi beban masyarakat, dan beban bagi negara,” katanya.
Ditambahkannya, saat ini kecerdasan otak atau intelligence quotient (IQ) Indonesia hanya berada di angka 89 atau sejajar dengan Kamboja dan Laos. Angka tersebut sangat jauh tertinggal dari Singapura yang mencapai angka 103, dan Jepang yang mencapai angka 110. “Tentu ini sangat disayangkan, karena bangsa ini memiliki wilayah laut yang sangat luas dengan potensi ikan yang luar biasa,” katanya.
Dengan mengkonsumsi ikan sejak dini, lanjut Ketua Forikan Djoko, maka generasi penerus bangsa akan cerdas, setelah dewasa mereka akan menjadi cakap dan kompetitif. Artinya, bangsa ini punya SDM yang hebat dan produktif. “Dengan SDM seperti itu, maka ini bisa jadi pemutus rantai kemiskinan, sehingga meningkatkan tatanan kehidupan sosial dan ekonomi,” lanjutnya.



