“Kita yang lahir biasa-biasa saja harusnya mampu membaca Al Qur’an dengan baik. Anak-anak kita yang terlahir dengan keterbatasan, justru mampu membaca lebih baik dari kita. Ini menjadi pengingat bagi kita, terutama yang duduk di pemerintahan untuk lebih memperhatikan saran dan prasarana guna membantu anak-anak disabilitas di Kota Probolinggo,” ujar Rukmini.
“Anak-anak berkebutuhan khusus ini harus kita dukung, baik pendidikannya maupun kesehatannya. Jika kita dukung mereka, kita fasilitasi kebutuhannya, maka akan kita lihat anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Probolinggo yang berprestasi. Ada anak yang bisa main elektone, bahkan ada yang menang lomba MTQ,” tambah Wali Kota.
“Saya berharap kita bisa mengikutsertakan anak-anak ini dalam berbagai kegiatan, agar mereka tidak merasa ditinggal. Kita harus membahagiakan mereka. Seperti saat ini, kita ajak mereka merayakan hari santri, kita dengar bersama-sama anak-anak kita ini membaca Al Qur’an dengan huruf braille. Semoga kegiatan kita ini menjadi amal ibadah bagi kita semua,” pungkas Rukmini.



