Untuk mengatasinya, kata dia, pihaknya akan mengirimkan bantuan berupa air tanki untuk 199 desa. Air itu nantinya akan disalurkan menggunakan mobil tanki yang telah disiapkan di sejumlah Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Tidak hanya untuk menghadapi musim kemarau, tapi persiapan ini juga dilakukan sebagai bentuk tanggap bencana di daerah.
“Kalau kekeringan, 199 desa itu nanti dicover dengan air tanki. Ya seperti kemarin dilakukan Bakorwil Magetan dan Ponorogo karena memang tidak ada airnya. Tapi tidak semua desa itu mengajukan permintaan tangki. Karena masih ada beberapa sumur yang berfungsi. Tapi kita tetap standby. Kalau ada longsor juga ada alatnya tinggal gerakkan saja,” kata Soekarwo, seperti dilansir dari Suara Surabaya, Rabu (17/10/18).



