Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi, Sih Wahyudi, mengatakan, pelatihan ini diperuntukkan bagi 200 peserta dari komunitas kopi. Banyuwangi mengundang sejumlah pihak sebagai mitra sekaligus menjadi narasumber sesuai keahlian masing-masing. Antara lain pakar kopi dari Pusat Penelitian (Puslit) Kakao dan Kopi Indonesia Jember, kelompok tani kopi, pelaku bisnis kopi Indonesia maupun para barista asal Banyuwangi.
“Hari pertama, pakar dari Puslit akan berbicara tentang pengenalan kopi, penanganan hama dan penyakit kopi, hingga proses pascapanen. Pascapanen ini meliputi identifikasi kopi, perambangan, sortasi, pulper, pengeringan hingga honey process. Sangat detail nanti materinya, seperti penentuan size kopi, ukur kadar airnya, hingga penyimpanan dalam gudang,” harap Sih












