“Kita berhasil membantu 13 proses persalinan, baik proses persalinan yang dilakukan dengan cara operasi dan tanpa operasi. Operasi dilakukan bagi pasien yang sudah tidak bisa melakukan persalinan normal,” kata Imam.
Rumah Sakit terapung milik TNI dikerahkan untuk membantu penanganan pasien pascabencana serta melakukan pendampingan dalam upaya menghidupkan kembali fungsi fasilitas pelayanan kesehatan wilayah.
KRI dr Soeharso-990 diperkuat oleh 121 orang tenaga kesehatan dari TNI dan sipil yang meliputi 38 dokter dengan berbagai spesialisasi dan 83 paramedis, termasuk perawat dan apoteker. (rur)












