Pria yang juga menjadi caleg ini menyampaikan sejak pelaksanaan Pilwali 2015 lalu, MKGR sudah miminta Adies Kadir maju bertarung dalam kontestasi Pilwali, tapi beliau memilih tidak maju.
Politisi yang akrab dipanggil Toni ini menegaskan, sosok Adies Kadir sudah sangat berpengalaman dan teruji, pada 2009 hingga 2014 duduk sebagai anggota DPRD Surabaya, pada 2010 beliau maju cawawali, 2014 terpilih menjadi DPR RI, artinya modal sosialnya sudah sangat bagus, apalagi sekarang menjadi pengurus DPP partai Golkar.
“beliau tidak hanya memiliki modal sosial, tapi juga modal politik, bahkan modal finansialnya pun sudah tercukupi,” ungkapnya.
Meskipun, Fathoni mengatakan, 10 tahun kepemimpinan walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah cukup bagus untuk pembangunan infrastruktur dasar masyarakat perkotaan, dan Adies Kadir sangat relevan mengantikan bu Risma karena beliau Sudah memahami tipekal masyarakat surabaya, dan apa yang menjadi harapan masyarakat surabaya sudah teraktualisasi dalam diri Adies Kadir.












