Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengusulkan menerapkan Informasi Teknologi (IT) untuk mengatasi permasalahan dwelling time (waktu bongkar muat). Pengembangan sistem IT untuk pelayanan ekspor impor agar semua proses pra dan pasca terhadap ekspor impor dapat terpantau melalui sistem tracking IT ini. Sistem IT sangat penting dilakukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Hal tersebut disampaikannya saat menerima siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (12/8).
Ia mengatakan, selama proses masih dilakukan secara paralel antara manual dan IT, maka masih terdapat ongkos dalam prosesnya. Untuk itu, sebelum memasukkan proses ke dalam IT harus dilakukan kesepakatan bersama antara pihak terkait, serta ada pengaturan timeline yang jelas.
Desain infrastruktur teknologi informasi perlu memperhatikan kepentingan semua pihak yang berkepentingan dengan kepabeanan dan menjadikan sistem pemantau handal. “Semua hal harus mampu dikompromikan sehingga sistem yang dibangun bisa lebih terintegrasi. Banyak sektor kuat di dalam urusan kepabeanan dan ekspor impor,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.












