“Kesenjangan ini terjadi di perkotaan dan pedesaan cukup besar. Jadi yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin tertinggal. Bahkan ada seseorang yang menguasai beberapa aset. Ini adalah pekerjaan rumah yang cukup serius dan kita harus mengatasinya secara bersama. Pemerintah akan berusaha dan berupaya menghadirkan upah yang adil agar kesenjangan ini tidak semakin melebar,” tegasnya.
Ketua Panitia Suparno berharap semoga kongres ini melahirkan pemimpin yang adil dapat memperjuangkan dan melanjutkan perjuangan kesejahteraan buruh dan pekerja seluruh Indonesia.
Kongres ini juga dihadiri oleh pimpinan FSPMI dari seluruh provinsi diantaranya Aceh, Sumut, Kep. Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Gorontalo, Sulsel, Sumbar dan Kalbar total ada 2.000 peserta yang meliputi 1140 pimpinan pekerja dan 500 peninjau.(hms/mnhdi/cn01)












