Pengiriman dananya, kata Ahda, bisa melalui rekening jemaah yang wafat tapi rekeningnya masih aktif. Jika tidak, lanjutnya, ke rekening ahli waris telah disepakati pihak keluarga.
“Ini yang kadang menjadi kendala, rekening jemaah bersangkutan telah tidak aktif, sehingga Kantor Kemenag Kabupaten atau Kota harus melacak sampai rumahnya,” kata Ahda.(rur)



