“Kami memiliki alokasi anggaran Rp 200 juta untuk pengadaan air bersih bagi warga Bojonegoro mengalami kekeringan di musim kemarau. Pengadaan air bersih untuk didistribusikan kepada warga dengan memanfaatkan air PDAM,” terangnya.
Nadif menambahkan distribusi air bersih dengan memanfaatkan dua truk tangki air yang kapasitasnya masing-masing 6.000 liter dengan jumlah 4 rit per harinya. Pola pendistribusian air dilakukan dengan cara bergilir dari desa satu ke desa lainnya.



