Penyakit ini adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Kota Probolinggo. Epidemi HIV/AIDS menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, dan selalu ditemukan penderita baru setiap tahunnya. Dari data Dinkes setempat, jumlah kasus HIV/ADIS dari tahun 2012 sampai Juli 2018 mencapai angka 272 kasus (di tahun 2018 ada dua penderita meninggal dunia).
Kepala Dinkes drg Ninik Ira Wibawati menjelaskan, tahun 2018 KPA punya kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain pelatihan pemulasaran jenazah bagi penghulu/mudin; forum group discussion dengan tokoh masyarakat dan media; pembentukan forum peduli AIDS; penguatan forum peduli AIDS; pembuatan media promosi penanggulangan HIV/AIDS; rakor tim KPA; rakor sekretariat tetap; rakor pelaksanaan harian sektap, RSUD, Dinkes dan MK (manager kasus); sosialisasi HIV/AIDS tingkat kecamatan dan monev fasilitas pelayanan kesehatan/klinik VCT puskesmas.
“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pelatihan life skill bagi ODHA (Orang dengan HIV/ADIS) dan gathering ODHA. Di bulan Oktober nanti ada peringatan hari AIDS se-dunia, capacity building tim KPA. Sedangkan di bulan November ada pelatihan CST bagi tenaga kesehatan,” ujar drg Ninik.
Ninik membeberkan, belum semua OPD menyerahkan laporan kegiatannya kepada Dinas Kesehatan. Dari 21 OPD, hanya 15 OPD sudah melaporkan, sedang 6 OPD belum membuat laporan. Tetapi, dari 6 OPD tersebut beberapa di antaranya sudah melaksanakan kegiatannya, hanya saja secara tertulis belum diserahkan ke Dinkes.
Diketahui, OPD yang masuk dalam tim KPA antara lain Dinas Sosial, Bagian Hukum, Bagian Humas dan Protokol, Bagian Kesra, TP PKK, Satpol PP, puskesmas, Bappeda Litbang, Polres Probolinggo Kota, Diskominfo, RSUD dr Mohamad Saleh, Disbudpar, MUI dan Kemenag.



