“Sengaja bandara tersebut ditempatkan di Bojonegoro karena di kabupaten tersebut terdapat kawasan migas yang dikelola beberapa perusahaan migas di Indonesia. Bandara khusus migas itu nantinya akan difungsikan untuk khusus pengiriman migas ke tempat tujuan” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai langkah awal saat ini telah dibentuk tim dari berbagai unsur. Tim tersebut diantaranya tim penyiapan pengadaan tanah dari Pemprov, BPN, Bappeda, Dinas Kehutanan, dan tim teknis lain sesuai bidang pembangunan.












