“Sedangkan, dari sisi produksi, kontribusi PDRB terbesar pada Triwulan II 2018 masih berasal dari tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi sepeda motor dan mobil, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan yang masing-masing berkontribusi sebesar 29,09 persen 18,47 persen, dan 12,37 persen,” jelasnya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/8/2018).
Ia mengemukakan, perdagangan Jatim pada Semester I 2018 menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan dengan mencapai surplus sebesar Rp57,89 Triliun dimana net ekspor impor dalam negeri atau antardaerah mampu mencapai Rp101,58 Triliun.












