“Ayo bergerak. Tidak usah berpikir nanti pasti ada jalan, yang paling penting ada niat, kalau sudah ada niat, pasti Tuhan akan membukakan pintunya. Tapi kalau tidak ada niat dan tidak mau, ya sudah selesai,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mewanti-wanti supaya tidak perlu memikirkan modal di awal. Hal itu juga selalu disampaikan kepada para Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. “Kalau diberi bantuan uang modal di awal, pasti akan habis dan tidak akan jadi,” ujarnya.
Meski begitu, hampir semua anggota Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda bisa sukses dan penghasilanya sangat luar biasa. Bahkan, saat ini bukan lagi jutawan, tapi mereka juga banyak yang miliarder, karena produknya banyak diimpor. “Dulu awal-awal ada Pahlawan Ekonomi, ketika mau pameran di Balai Kota, produk mereka diangkut becak dan bemo, lha sekarang sudah mobil-mobilan kalau mau pameran,” kata dia.
Wali Kota Risma menjelaskan ajakan ini perlu disampaikan kepada ibu-ibu satgas dan warga Surabaya lainnya. Sebab, hal itu akan dipertanggungjawabkan di akhir kelak. “Ini perlu saya sampaikan, kalau tidak saya sampaikan, saya yang salah. Tapi kalau sudah saya sampaikan tapi tidak mau, berarti saya sudah tidak salah lagi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Chandra Oratmangun mengatakan silaturrahmi ini sudah tindaklanjut dari pembinaan sebelumnya. Sebab, pembinaan serupa dan ajakan untuk masuk ke Pahlawan Ekonomi serta Pejuang Muda sudah disampaikan kepada outsourcing di kelurahan dan kecamatan se Kota Surabaya. “Istri-istri outsourcing di keluarahan dan kecamatan sudah banyak yang ikut Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda ini,” kata Chandra.



