Sebaran rumah tangga tidak mampu menyambung listrik itu merata di seluruh Indonesia. Di DKI Jakarta, terdapat sekitar 30.000 rumah tangga yang tidak mampu menyambung listrik, di Jawa Timur sekitar 500.000 rumah tangga, dan di Jawa Tengah masih sekitar 300.000 rumah tangga.
Pemberian subsidi tersebut, katanya, bertujuan untuk mempercepat program peningkatan rasio elektrifikasi. Sampai saat ini, rasio elektrifikasi telah mencapai sekitar 96,6% dan ditargetkan mencapai 97,5% pada tahun ini.“Sekitar 2 juta rumah lagi tahun depan tersambung listrik melalui usulan subsidi penuh. Kalau tidak, target pemerintah untuk elektrifikasi tidak tercapai,” katanya.
Sebelumnya, usulan memasukkan biaya penyambungan listrik baru untuk daya 450 VA dalam subsidi listrik APBN 2019 telah disampaikan dalam rapat dengan Komisi VII DPR pada Juli 2018. Legislatif pun menyepakati usulan tersebut dimasukkan dalam pembahasan RAPBN 2019. (rur)



