Dia menuturkan, rumah tangga yang belum mampu tersebut akan diberikan subsidi untuk biaya penyambungan listrik. Dana subsidi itu akan dianggarkan dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.
“Saya sudah bicara ke Menteri BUMN dan Menteri Keuangan untuk alokasi subsidi khusus mungkin Rp1 triliun – Rp1,5 triliun,” ujar Jonan.
Dia meyakini bahwa rumah tangga tersebut mampu membayar biaya listrik setiap bulan, tetapi tidak dapat menyiapkan dana penyambungan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).



