Menurut Yohana, yang juga tak kalah penting adalah mendorong keluarga Indonesia menjadi tempat pertama dan utama dalam pengasuhan yang berkualitas, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang komprehensif terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.
Pada kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Rudiantara melaunching sistem “whitelist Internet Ramah Anak”, dengan sistem tersebut, orang tua bisa menyensor dan menentukan portal website yang bisa dibuka oleh anak-anak, sehingga hal ini bisa menghindarkan anak-anak dari pengaruh negatif internet.
“Bertepatan dengan HAN ini, kominfo meluncurkan whitelist secara nasional dan meluncurkan website www.berani.co.id untuk mendidik anak-anak menjadi penerus bangsa yang cerdas, produktif, kreatif, kompeten dan menjadi bangsa indonesia yang gagah berani. Maju terus bangsa Indoneisa, kita gunakan whitelist untuk internet yang baik dan berguna” ujarnya.
“Sistem whitelist ini adalah inisitatif pembangunan infrastuktur internet agar hanya konten terpercaya yang bisa diakses. Sistem whitelist membutuhkan partisipasi orang tua, guru, dan kita semua untuk menentukan konten-konten yang bisa diakses oleh dunia pendidikan” lanjutnya.
Puncak acara HAN 2015 diikuti oleh lebih dari 2.000 anak yang terdiri dari pelajar, anak berprestasi, anak berkebutuhan khusus, yatim piatu, dan anak yang berkehadapan dengan hukum, acara ini juga dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo, beserta istri Wapres, Mufida Jusuf Kalla.



