Sementara itu Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan penggunaan dana kas daerah dipakai untuk menambah pembiayaan beras sejahtera yang digelontorkan Bulog. Keputusan pemprov tersebut sebagai upaya menahan masyarakat miskin supaya tidak semakin miskin.
”23 persen kemiskinan itu karena beras. Maka kemudian dari bulan September diketemukan keparahan dan kedalaman kemiskinan kita naik. Lah yang near poor itu turun ke poor. Yang poor turun ke very poor. Kedalaman kemiskinan kita harus diangkat,” ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut.












