Terkait pemberian dana pinjaman, Rendi juga mengungkapkan bahwa yang menjadi jaminan tersebut adalah potensi bisnis tambang tersebut. Sedangkan terkait besaran dana pendanaan yang dikucurkan investasi dari Inalum dan holding, dia menolak untuk merincikan. “ini sangat teknis dan masih dalam proses,” tuturnya
Terkait itu, pengamat ekonomi UGM Fahmy Radhi menepis kekhawatiran adanya pengurangan hak saham bilamana pendanaan dilakukan seluruhnya oleh bank asing. “Kalau semua pemberi pinjaman dari bank asing, itu tidak mengurangi hak-hak inalum dalam saham. Jangan ada khawatir, lantaran itu asing akan menguasai saham. Kecuali, kalau memang saham diambil asing,” tuturnya. (jpp)



